Virus Corona telah meningkatkan kecemasan banyak orang,para ahli bahkan mengatakan bahwa banyak orang akan mengalami masalah kesehatan mental yang berkepanjangan, lebih lama dari pandemi itu sendiri, kita bimbang,dilema, kita tidak lah benar benar bisa aman diluar sana meski kita turuti protokol kesehatan sekalipun. pandemi yang berkepanjangan ini membuat orang orang sangat cemas,ditambah media berita yang merajalela.
Banyak, orang memutuskan mengisolasi dirinya dirumah,mengurung diri,mengurangi kegiatan kegiatan diluar rumah,pelajar sekolah dari rumah,banyak orang menganggur yang membuat orang orang diberbagai kalangan menghabiskan waktu lebih banyak dirumah,yang dapat memicu depresi.
Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa:
- Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat
- Perubahan pola tidur dan pola makan
- Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak
- Sulit berkonsentrasi
- Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
- Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi
- Munculnya gangguan Psikosomatis
Perhimpunan dokter spesialis kedokteran jiwa mencatat setidaknya sudah 1.522 orang yang tercatat mengalami gangguan kesehatan mental atau depresi akibat pandemi virus covid-19 di indonesia. Psikiater dari PDSKJI dr. Lahargo kembaren menyebabut data tersebut didapat dari ribuan oranng yang me,lakukan pemeriksaan ke psikiater.
Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi virus Corona:
1. Melakukan aktivitas fisik
Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat,
dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan
aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.
Latihan peregangan dan pernapasan juga dapat membantu Anda untuk
menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari
pagi untuk meningkatkan sistem imun.
2. Mengonsumsi makanan bergizi
Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat,
karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat
Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.
Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda, asupan nutrisi yang
cukup juga dapat menjaga kesehatan mental Anda, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
3. Menghentikan kebiasaan buruk
Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut
mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko Anda terinfeksi
kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, batasi juga konsumsi
minuman beralkohol.
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda.
Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat
atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah
mengalami kecemasan dan mood Anda pun akan lebih tidak stabil.
4. Membuat rutinitas sendiri
Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau
aktivitas yang Anda sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton
film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat
menghilangkan rasa jenuh.
5. Lebih bijak memilah informasi
Batasi waktu Anda untuk menonton, membaca, atau mendengar berita
mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial
untuk mengurangi rasa cemas.
Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang
penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak.
Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang
terpercaya.
6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat
Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman,
dan rekan kerja Anda, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call.
Anda bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang Anda rasakan.
Dengan cara ini, tekanan yang Anda rasakan dapat berkurang sehingga Anda
bisa lebih tenang.
Bila Anda memang memiliki gangguan mental,
konsumsilah obat-obatan yang telah diresepkan dokter secara rutin. Bila
perlu, periksakan diri Anda ke dokter secara berkala agar dokter dapat
memantau perkembangan kondisi Anda.
Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi
seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur.
Jika stres dan ketakutan yang Anda alami terasa sangat berat, jangan
ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui fitur chat dengan dokter di aplikasi Alodokter.
Pendapat Mengenai vaksin covid-19
Saya sangat mendukung proses vaksinasi yang dilaksanakan di negara kita, selain mengurangi angka penularan, kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dilaksanakan, perekonomian nasional kembali bangkit, dan semua kegiatan kegiatan yang terganggu akibat pandemi covid-19 kembali berjalan. mari sama-sama kita dukug dan sukseskan vaksinasi tersebut, tetapi buat kita yang memiliki riwaayat penyakit yang dilarang keras mengikuti vaksinasi,sangat penting mengkonsultasikannya kepada tenaga medis, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dan jangan lupa,walau vaksinasi sudah dilaksanakan jangan abaikan Protokol Kesehatan. Salam sehat buat kita semua.
Tulisan ini diikutkan dalam #tantanganblogAM2021
Belum ada tanggapan untuk "Dampak Psikologis Akibat Pandemi Covid-19"
Post a Comment