Self Healing dapat diartikan sebagai proses penyembuhan luka
diri dari luka batin atau mental yang diakibatkan oleh berbagai hal.
Luka batin itu sendiri bisa muncul dalam bentuk perasaan sedih mendalam,
merasa gagal, cemas, yang mengarah pada kondisi depresi.
Tujuan dari self healing tentu agar bisa memahami diri sendiri,
menerima ketidaksempurnaan, serta membentuk pikiran positif tentang apa
yang terjadi dalam hidup. Sebab, keyakinan dari diri sendirilah yang
mendorong mereka pada kesembuhan.
Lantas, metode apa yang bisa dilakukan sebagai upaya self healing? berikut beberapa metode Self-Healing.
- Me Time
Masalah yang belum selesai pada sebagian orang umumnya berkaitan dengan kehadiran orang lain. Me time
ini berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri
terlebih dahulu. Bagaimanapun orang lain memperlakukannya, diri kita
masih bisa memilih untuk bahagia.
Saat seseorang terlalu sibuk memikirkan orang lain, terkadang ia lupa
memikirkan diri sendiri. Meluangkan waktu untuk diri sendiri
benar-benar akan membuat kita merasa lebih bermakna.
Membuat kita merasa bahwa pusat dari segala kehidupan ini adalah diri sendiri. Orang lain hanyalah pelengkap kebahagiaan.
- Berdialog dengan Diri Sendiri
Bicaralah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya diinginkan.
Jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang melampiaskan segala
perasaan buruk kita pada sesuatu. Satu-satunya orang yang mampu
berbicara dengan lubuk hati terdalam adalah diri sendiri. Saatnya mulai
memahami diri sendiri untuk bisa bersyukur atas apa yang hidup ini
berikan.
- Berdamai dengan Keadaan
Mengingat kembali peristiwa-peristiwa buruk yang masih membekas di
hati memang tak terhindarkan. Setiap orang berhak marah atas hal itu.
Orang yang hatinya terluka sangat dalam tidak akan dengan mudah
melupakannya. Namun, apakah dengan menyalahkan keadaan atas atas semua
peristiwa buruk itu bisa dibenarkan? Apakah dengan mengutuk keadaan bisa
membuat batin kita tenang? Tidak. Alangkah lebih bijaknya kita jika
mencoba berdamai dengan keadaan. Menerima setiap keadaan yang menimpa
kita ini sebagai guru kehidupan yang menempa pribadi kita lebih baik
lagi
- Mindfullness
Mindfulness adalah berpikir dengan kesadaran yang penuh.
Mengelola pikiran, perasaan, dan lingkungan untuk menghubungkan
titik-titik yang ada dalam pikiran kita. Memaknai setiap peristiwa dan
kejadian yang pernah kita alami dengan lebih sehat. Mindfulness dapat
meningkatkan self-compaaknaan hidup.
Mindfulness bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah
satunya dengan mencari tempat yang sekiranya tenang, kemudian memejamkan
mata. Fokus terhadap diri sendiri dan segala pikiran yang kita miliki.
Dengan penuh kesadaran, cobalah untuk memahami setiap pergulatan emosi
yang ada di dalam diri. Mindfulness ini akan lebih baik jika kita
melakukannya secara rutin. Misal, satu sebelum berangkat ke kantor,
kampus, sekolah, dan sebagainya.
- Meningkatkan self-compassion
Self-Compassion adalah kemampuan untuk memahami keadaan
emosi diri sendiri dan juga respon emosi atas penderitaan yang dialami
dengnan disertai keinginan untuk menolong diri sendiri. Melalui self-compassion, seseorang dapat memahami dirinya sendiri.
Self-compassion mampu membuat orang memaknai pengalaman yang
tidak nyaman dengan emosi yang berbeda. Artinya, ketidaknyamanan yang
dimiliki seseorang dapat dimaknai secara positif jika meningkatkan self-compassion.
Meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri, merespon peristiwa buruk
dengan perasaan lapang dada, dan selalu berupaya membebaskan diri dari
duka yg berlarut.
- Jadikan penyesalan sebagai kekuatan
Sebagian orang pernah mengalami hal yang memalukan dalam hidupnya.
Sebagian lain juga pernah berbuat kesalahan yang sudah disesalinya.
Namun, tidak sedikit pula mereka yang menyesal tak ada habisnya, hingga
menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Gelisah, cemas dan terus
memikirkan hal tersebut membuat hati seseorang lelah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia terkadang bisa
menekan perasaan gelisah dan sesal itu. Kita bisa saja mengabaikan
pikiran-pikiran yang mengganggu itu dengan menyibukkan diri. Namun,
dengan mengabaikan perasaan itu justru akan membuat emosi kita makin
lelah. Sebab, perasaan itu bisa muncul kapanpun
Oleh karena itu, jadikanlah sebuah penyesalan terberat sekalipun di
dalam hidup kita ini sebagai pelajaran. Boleh sesekali mengingat
kejadian itu, tapi gunakanlah sudut pandang yang berbeda. Bicaralah pada
diri sendiri bahwa melakukan kesalahan itu wajar. Yang perlu dilakukan
hanyalah belajar untuk tidak mengulanginya.
- Tempatkan Masa Lalu pada Tempatnya
Setiap orang punya kisah masa lalunya masing-masing.
Tidak sedikit mereka memiliki masa lalu yang kelam hingga membuat masa
kininya tidak tenang. Namun, kita tidak bisa mengubah peristiwa yang
telah terjadi. Sebagai manusia, yang bisa dilakukan hanyalah mengubah
respon kita terhadap masa lalu itu. Untuk itu, jadikanlah masa lalu
sebagai guru yang mendewasakan.
Masa lalu hadir di masa kini bukan untuk terus disesali, tapi untuk
dimaknai. Memaknai kembali pengalaman masa lalu dengan respon yang
positif sangat membantu penyembuhan hati kita.
- Menulis ekspresif
Menulis punya kekuatan untuk menyembuhkan diri kita dari dalam. Menulis ekspresif
adalah menulis untuk mengutarakan segala perasaan yang dialami. Tidak
perlu memperhatikan aturan seperti tanda baca, ejaan, dan sebagainya.
Intinya, menulis ekspresif adalah sebuah upaya untuk mengungkapkan
segala emosi yang dirasakan saat stress datang. Dengan menuliskan segala
kekesalan itu dapat membantu kita untuk melihat masalah dari sudut
pandang yang lain.
Setiap orang adalah penyembuh terbaik bagi dirinya sendiri. Setiap
luka batin, masa lalu yang kelam, pengalaman pahit, kegagalan hidup
hanyalah sebuah peristiwa. Setiap peristiwa bisa disikapi dengan
bijaksana dan setiap luka yang membekas bisa disembuhkan. Setiap hal
buruk di dunia ini akan terus terjadi, maka maknailah semua luka itu
sebagai ujian perjalanan hidup.
Belum ada tanggapan untuk "METODE SELF HEALING"
Post a Comment